Pesta Daging Rusa

Kukuruyuuuuk…. kokok ayam telah berbunyi tapi kabayan masih tetap tidur. Abahpun jadi kesal, lalu mengambil sebatang korek api dan menyelipkan di antara jari kaki kabayan. Kabayan merasa risih dan langsung terbangun.

Abah langsung tanya “Hei! Mana daging yang kau janjikan kemarin?!”.

“Aku belum membelinya”, jawab kabayan.

“Kalau begitu cepat beli!”, kata abah lagi.

“Uangku hilang”, jawab kabayan.

“Hilang?”, tanya abah.

“Kantongku bolong”, kata kabayan sambil menunjukkan kantongnya yang bolong.

“Kalau begitu buat perangkap saja”, kata abah.

“Ya, aku akan membuat perangkap rusa”, kata kabayan.

“Jangan, buat perangkap burung saja”, kata abah.

“Kalau begitu lebih baik kita buat perjanjian. Kita bersaing dan yang kalah tidak mendapatkan jatah daging, oke?”, kata abah lagi.

“Baik!”, kata kabayan.

Mereka pun langsung membuat perangkap.

Keesokan harinya, abah bangun lebih awal. Abah ingin melihat siapa yang menang. Pertama abah melihat perangkap miliknya, namun abah kecewa karena ternyata perangkapnya kosong.

 

(Diceritakan oleh Levi, Kelas 4)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s